Tuesday, May 1, 2012

Hati terusik Otak....

Hati merupakan pusat dari segala kemunafikan, kemusyrikan, dan merupakan pusat dari apa yang membuat seorang manusia menjadi manusiawi. Dan pusat ini merupakan tempat dimana mereka bertemu dengan Tuhannya. Merupakan janji Allah saat fitrah manusia menanyakan dimanakah Allah? Lalu, Allah menyatakan diri-Nya berada "sangat dekat", sebagaimana tercantum dalam Al Qur'an.
"Dan apabila hamba-hamba–Ku bertanya kepadamu tentang "Aku" maka (jawablah) bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdo'a apabila berdo'a kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka itu beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran." (Qs. Al Baqarah 2:186)

"Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya dan Kami lebih dekat kepadanya dari pada urat lehernya." (Qs. Al Qaaf:16)

Hati merupakan pusat sejati dari seorang manusia. Tuhan menaruh perhatian khusus padanya dan kurang begitu memperhatikan amalan-amalan aktual yang dilakukan orang-orang;

Hati (arab: qalb) manusia terdiri dari segumpal daging. Ia sangat berperan dalam perilaku keseluruhan manusia.  Jika ia baik, maka baik dan sebaliknya. Rasul Muhammad saw pernah bersabda: “Dalam diri setiap manusia terdapat segumpal daging, apabila ia baik maka baik pula seluruh amalnya, dan apabila ia itu rusak maka rusak pula seluruh perbuatannya. Gumpalan daging itu adalah hati.” (HR Imam Bukhori).

"Tidak ada celanya jika kamu berbuat salah, kecuali jika hatimu menyengaja." (Qs. 33:5)
"Tuhan tidak akan menghukummu karena sumpah yang tidak disengaja, akan tetapi Tuhan akan menghukummu karena sumpah yang disengaja oleh hatimu. Dan Tuhan maha pengampun lagi maha penyantun." (Qs. 2:225)
Dan sebuah Hadist menyatakan bahwa, "Allah tidak melihat badanmu atau bentukmu, melainkan kedalam hatimu."
Karena hati adalah tempat yang dilihat Tuhan, ia merupakan kunci menuju kemunafikan, watak yang paling buruk dalam pandangan muslim.

"Tuhan tahu apa yang ada dalam hatimu." (Qs. 33:51)

Hati adalah tempat dimana Tuhan mengungkapkan diriNya sendiri kepada manusia. Kehadiran-Nya terasa didalam hati, dan wahyu diturunkan kedalam hati para Nabi.

"(Jibril) menurunkan wahyu kedalam hati nuranimu dengan izin Tuhanmu, membenarkan wahyu sebelumnya." (Qs. 2:97)

Hati merupakan pusat dari segala kemunafikan, kemusyrikan, dan merupakan pusat dari apa yang membuat seorang manusia menjadi manusiawi. Dan pusat ini merupakan tempat dimana mereka bertemu dengan Tuhannya. Merupakan janji Allah saat fitrah manusia menanyakan dimanakah Allah? Lalu, Allah menyatakan diri-Nya berada "sangat dekat", sebagaimana tercantum dalam Al Qur'an.
"Dan apabila hamba-hamba–Ku bertanya kepadamu tentang "Aku" maka (jawablah) bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdo'a apabila berdo'a kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka itu beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran." (Qs. Al Baqarah 2:186)
"Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya dan Kami lebih dekat kepadanya dari pada urat lehernya." (Qs. Al Qaaf:16)

Tingkatan - Tingkatan Hati

Hati kita sejatinya memiliki beberapa tingkatan (arab: maqam). Tingkatan ini bukanlah secara dhohir (tampak), tapi bathin. Adapun beberapa tingkatan hati adalah sebagai berikut (dari yang terdekat/terluar). Tulisan ini saya rangkum dari ceramahnya KH Said Aqil Siradj dalam acara Haul Akbar Syekh Abdul Qodir Jaelani bersama KH Junaedi Al Baghdadi dan KH Said Aqil Siradj di PP. Barokatul Qodiri di daerah Cikarang Barat.

1. Bashiroh (mata hati/the eye of heart) ~ membedakan baik/buruk
Ini adalah bagian/tingkatan terluar hati. Tugas dari bashiroh adalah mendeteksi baik/buruk suatu perbuatan. Korupsi itu buruk. Bersedekah itu baik. Yang tahu itu baik/buruk adalah bashiroh.

2. Dhomir (moral) ~ mengerjakan atau tinggalkan
Kedalam lagi, ada dhomir yang berfungsi untuk menggerakkan agar kita mengerjakan atau meninggalkan suatu perbuatan. Yuk bersedekah. Jangan korpusi. Yang bilang kerjakan/tinggalkan adalah dhomir.

3. Fuad (hakim) ~ menghakimi apakah kita baik/buruk
Semakin kedalam lagi, ada fuad (hakim). Tidak ada suap-menyuap dalam bagian ini. Contoh: bashiroh mengatakan korupsi itu tidak baik lalu dhomir menyuruh kita untuk meninggalkannya. Nah, fuad akan bilang bahwa anda orang baik. Contoh lain: kata bashiroh mengatakan korupsi itu tidak baik lalu dhomir malah menyuruh kita untuk tidak meninggalkannya. Nah, fuad akan bilang bahwa anda bukan orang baik.

4. Sirr (misteri) ~ mengetahui misteri dalam hati
Terus kedalam, ada sirr (misteri). Contoh: adanya flu burung itu bukan hanya disebabkan oleh virus, tapi ada ‘hal lain’ yang masih misteri. ‘Hal lain’ tersebut bisa dilihat dan dirasakan oleh orang-orang yang tingkatan hatinya sudah sampai sirr. Artinya, bagian hati ini sudah aktif/berfungsi. Orang-orang tersebut adalah auliyaullah.

5. Lathifah (perangkat lunak) ~ mengakses informasi di lauhul mahfudz
Bagian hati paling dalam adalah lathifah. Bahasa gampangnya adalah internet. Bagian ini dapat mengakses berbagai informasi di lauhul mahfudz. Inilah tingkatan paling mulia.
Nah, itulah tingkatan/bagian hati kita. Semoga kita bisa mengaktifkan semua bagian hati kita diatas. Bagaimana caranya? Caranya adalah dengan dzikrullah alias ingat kepada Allah. So, selamat berdzikir! :)

No comments: